Monday, February 25, 2013

Jalan-jalan Nyaris Akhir Tahun

Duh, banyak banget event-event yang gak kerasa terlewati tanpa tertulis dalam blog ini. Blog oh blog, maafkan lah blogger durhaka ini. Setelah ini semoga jadi lebih rajin lagi, deh, secara sekarang lebih punya banyak waktu kalo di kantor. Oia, ini nih salah satu cerita, jadi Alhamdulillah saya sudah lulus dari kampus otista 64c, dan sekarang lagi magang di kantor BPS di Pasar Baru, yaa masih di ibukota negeri yang menggemasakan ini.

Setelah asyik kulineran & karaokean pas liburan (part 1) di Jogja, sekitar pertengahan bulan November 2012 yang lalu saya sempat balik lagi ke Jakarta dengan maksud mau ngurus eksemplar skripsi, sekaligus mau nyuci perkap bekas dipakai ke Semeru, sekalian juga di weekend-nya ada kegiatan XPDC Cheby angkatan 35 di Pulau Onrust - Kepulauan Seribu.


XPDC Cheby 35
Tanggal 15-16 November 2012 keluarga GPA Cheby kembali mengadakan kegiatan rutin ekspedisi. Maksudnya sebagai sarana uji coba terakhir buat anggota baru membuktikan kesiapan mereka sebelum nantinya benar-benar terjun di medan alam yang sebenarnya. Di akhir acara ekspedisi juga disiapkan khusus untuk pelantikan anggota baru atau istilah kami menyebutnya dengan anggota muda. Setelah resmi dilantik barulah mereka ini sah menjadi anggota biasa GPA Cheby.

Saya sendiri menyayangkan dengan acaranya, secara ini adalah yang ketiga kalinya main ke Pulau Onrust, jadi udah ngerti banget spot-spotnya, yah intinya acaranya yang dibikin jadi gampang ditebak, apalagi Pulau Onrust sempit banget gitu.

Oia, sebelum ke Pulau Onrust, kami juga mampir ke Muara Angke. Di sana kami bikin acara penanaman bibit bakau. Yah, sedihnya gak ada yang bikin excited dari kegiatan ini, tapi bukan berarti gak ada potret bagus. Hehehe... sambil bergalau di tepi laut di Pulau Onrust, atau di antara kebun bakau, saya sempat dong jepret kanan jepret kiri, yaah walaupun jadinya asal jepret. Beberapa jepretan yang berhasil diselamatkan rasanya sayang kalo gak saya bagi di sini.. heheheehee... :p


Buah Bakau

Api Unggun

Di laut Kep.Seribu ini banyak banget burung belibis
Salah satu spot mancing di lautan Kep.Seribu


Bunga Bakau

Petir-petiran

Emergency Lamp

Pojok favorite di Pulau Onrust

Itu dulu, semoga besok saya masih diberi kesempatan upload foto-foto liburan di magelang :p

Wednesday, October 31, 2012

Karaoke & Kuliner Sekitaran Jogja

Hari ini akhirnya saya keluar kandang. Janjian bareng mima dan hyda mau karaokean. Berhubung posisi lagi di Jogja jadi TKP kali ini adalah Happy Puppy Family Karaoke (HapPup). Di Jogja ada tiga HapPup: pertama di Ring Road Utara, kalau dari Jalan Kaliurang belok ke timur ikuti aja jalannya nanti ada tandanya di sebelah utara jalan; kedua di Seturan, tepat di depan kampus YKPN dan yang ketiga di Jogjatronik, kalau dari Pasar Beringharjo lurus terus ke selatan tempatnya di sebelah timur jalan.

Sepakat karaoke di HapPup Jogjatronik jam 10 pagi. Tapi nyatanya baru kumpul semua sekitar jam setengah sebelas. Begitu sudah kumpul semua personel karaoke langsung deh pesen buat tiga jam. Hahaaa mau menggila sampe suara habis >,<.

Ternyata tarif karaoke di HapPup ini kece banget, lho, kalo dibandingin sama tempat karaoke di Jakarta. Happy Hour-nya pun lebih lama, dari jam 10.00 sampai 16.00 diskon 50% dari harga Bussiness Hour. Untuk ukuran small di Happy Hour tarifnya 25k. Lumayan, lah... Selain pelayanannya bagus, fasilitas karaokenya juga canggih. Toilet dan musholla tersedia, interior ruang karaokenya menarik, operator lagu pakai layar sentuh dan microphone-nya disarungin. Oia, tambah lagi ada menu jahe anget, jadi makin menambah performa suara deeeh.. heheheee...

Tiga jam kemudian selesailah kami mendendangkan berbagai macam lagu dengan berbagai bahasa (sebenernya cuma Bahasa Indonesia, Inggris dan Korea). Sempet nyanyiin lagunya Chrisye yang Pergilah Kasih juga, hehehe, jadul banget ya saya. Ini gara-gara sering dengerin pengamen di kereta nyanyiin lagu ini apalagi yang paling berkesan adalah lagu ini sering terngiang di kepala saya waktu lagi pendakian Semeru. Liriknya magis banget tuh "Pergilah kasih, kejarlah keinginanmu". :D

Selesai bayar ongkos karaoke, maksud hati mau makan di House of Raminten tapi ternyata malah hujan. Secara kami bertiga cuma bawa motor, dan motor sekarang belum pake teknologi pemantul hujan jadinya kami "jajan" dulu di foodcourt Jogjatronik. Maksudnya "jajan" bubur ayam, nasi goreng sama chicken steak+nasi. Serasa cemilan, biar udah "jajan", begitu hujan reda kami tetap pergi ke House of Raminten.

House of Raminten ini adalah satu tempat makan di Jogja dengan tema tradisional yang kental dengan nuansu Jawa. Tempatnya ada di Kota Baru, deket masjid Syuhada, atau kalau dari Jalan Sudirman di pertigaan Mc.D belok ke selatan, tempatnya di sebelah barat jalan, di sana ada billboard gambar Raminten.

Begitu masuk House of Raminten kami disambut dengan aroma menyan dan dupa yang memang sengaja diletakan di setiap sudut tempat makan. Waktu kami datang memang tidak begitu ramai pengunjung, tapi denger-denger sih di sini selalu ramai, saya pikir mungkin karena kami datangnya pas weekday sih ya. Tapi ternyata makin sore makin ramai pengunjung. 

House of Raminten ini adalah sebuah rumah lengkap dengan halaman, pendopo, teras, rumah panggung yang disulap menjadi restoran. Jadi gak heran dalam satu restoran akan ada bermacam-macam sudut pandang. Pernak-pernik mistis pun ramai menghiasi rumah ini, tapi bukannya bikin horor tapi malah menjadi sisi menarik tersendiri yang justru dicari dan dinikmati pengunjungnya, termasuk saya. :)
"Seragam"





Bicara soal menu makanan dan minuman di House of Raminten, ada berbagai hidangan khas yang masih konsisten dengan tema yang diusung: tradisional Jawa. Satu menu yang harus dicoba tentunya nasi kucingnya, soalnya murah, sih :p. Nasi kucing ukuran single tanpa telur harganya cuma seribu, yaa ini harga yang sama kalo beli di angkringan biasa. Bisa tambah lauk sate usus, sate jamur, sate telur puyuh, tahu bacem, atau sate-satean lainnya yang harganya kisaran Rp 2000 sampai Rp 4000. Menu minumannya juga beragam dan bikin penasaran untuk mencoba dengan kisaran harganya macam-macam, mulai dari harga Rp 4000.

Nasi Kucing Pak-Te 1,5k

Nasi Kucing Tan-te 1k

Setub Jambu 4k

Tape Ketan Ijo Anget - 6k

Roti Pisang Eskrim Bakar 13k

Roti Bakar

Sate Usus 2k + Sate Jamur 2k

Nah, semoga cerita jalan-jalan saya hari ini bisa jadi rekomendasi bagi yang lagi di Jogja dan bingung mau ngapain (ngomongin diri sendiri).

Monday, October 29, 2012

Hujan di Mahameru


Hujan turun menggumpalkan pasir Mahameru.
Hujan turun di antara semak Jambangan menyentak memburu.
Hujan turun menyapu Cemoro Kandang yang berdebu.
Hujan turun menghentak lembut ketenangan wahai Ranu.

Hujan ini bukan datang dari sudut gelap mata kami.
Tapi hujan ini turun dari mendung perpisahan yang menyampaikan janji pada bumi,
bahwa aku akan datang kembali



Stasiun Kota Baru-Malang, 20-10-2012

Tinggal Nama di Mahameru


Selama perjalanan turun dari Puncak ke Arcopodo, banyak hal yang menjadi renungan bagiku. Melihat tidak hanya satu tugu peringatan kematian atau orang hilang di Gunung Semeru, di sana terukir umur yang tidaklah tua, bahkan ada yang lebih muda dariku. Mereka mati muda. 

Apa memang keinginan mereka mati muda? 
Apa mereka naik gunung untuk mati? 
Apa memang sudah tidak ada lagi kekasih yang akan menangisi kematian mereka? 
Kemana air mata akan terlumur kalau jasadnya saja tidak diterkubur?

Beruntungnya menjadi pendaki jaman sekarang. Bahkan siapapun aku bisa jadi pendaki. Siapapun aku dimudahkan dengan jalur pendakian yang jelas. Siapapun aku ditunjang dengan berbagai onderdil handal. Tapi apa aku menjaga setiap langkahku pada jalur pendakian? Masih ingatkah aku pada janji sebagai pencinta alam? Benarkah niatku menuju puncak semata bukan untuk kesombongan untuk dipamerkan? Sudahkah aku memisahkan apa yang seharusnya aku ambil dan apa yang aku tinggalkan? Apa hanya sebentuk gambar kemenangan sudah cukup menggantikan sujud syukur?

Mereka mungkin mati muda. Lantaskah aku akan mati tua?
Saat siapapun aku mengejek setiap meter di atas permukaan laut dengan kesombongku, 
apa aku pikir alam ini akan diam saja?


Khelik - Semeru, 20-10-2012