Friday, November 16, 2018

Menikmati Pantai Pribadi di Talaga Nita

Hae gaes!

Hehe, di tengah-tengah semaraknya dunia per-vlog-an ini, entah kenapa saya masih terpanggil untuk kembali di blog ini. Sepertinya menulis tetap menjadi media nostalgia terbaik pilihan saya.


Kali ini saya mau menulis tentang petualangan saya hari ini. Kenapa petualangan? Karena hari ini saya bersama beberapa kawan "nekad" untuk menuju lokasi ini dengan hanya berbekal petunjuk kompas mulut alias bertanya ke orang-orang dan sedikit informasi dari video-video di youtube yang pada akhirnya tidak terlalu membantu.

Berawal dari akhir bulan November lalu, sewaktu saya berkunjung ke Pulau Morotai. Salah satu pegawai disana bertanya kepada saya, "Mbak, sudah pernah ke Talaga Nita yang di Ternate? Bagus itu tempatnya mbak." Tentu jawabannya adalah belum pernah, karena memang saat itu pertama kalinya saya mendengar tentang Talaga Nita. Lalu seperti biasanya, dengan penuh penasaran saya kulik lagi informasi tentang Talaga Nita ini, yang pada kesimpulannya berikut:

  1. Talaga Nita terletak di Pulau Ternate, tepatnya di antara Pantai Suladamaha dan Pantai Jikomalamo.
  2. Awal mula masyarakat mulai diperbolehkan mengunjungi Talaga Nita ini ketika ada perayaan Legu Gam, dimana pada waktu itu terdapat sarana transportasi kapal motor atau speed yang disediakan untuk menuju Talaga Nita.
  3. Seiring dengan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan Talaga Nita ini, mulai munculah jalan setapak untuk menuju lokasi ini, Start jalan setapak dimulai dari hole Pantai Jikomalamo yang paling ujung.
  4. Karena semakin banyak orang yang menggunakan jalan setapak ini, ternyata berpengaruh pada penyewaan kapal motor dan speed, sehingga ada pihak yang berupaya melakukan penutupan jalur jalan setapak,
*Informasi di atas dihimpun dari berbagai sumber ya.

Nah, tibalah waktu saya dan kawan-kawan berangkat ke lokasi Talaga Nita ini. Jalur yang akhirnya kami tempuh adalah jalur darat melalui jalan setapak dekat hole kedua Pantai Jikomalamo. Hmm dibilang jalan setapak juga sebenernya tidak setapak juga sih. Karena ternyata kami salah jalan wkwkwk. Tapi berbekal kesotoyan saya akhirnya tetap terabas saja. Melewati semak-semak yang lumayan rimbun dan melewati bebatuan pinggir jurang kami akhirnya melihat secercah harapan karena akhirnya mulai terdengar suara orang yang bersumber dari pantai dekat Talaga Nita. Lega sekali rasanya hahaha.

Udah kayak Jejak Petualang belum, nih?

Aslinya was-was ini bener nggak sih jalurnya.


Waktu kami muncul ke area pantai, sudah ada sekumpulan anak muda yang bermain di tepi pantai di Talaga Nita. Terlihat ekspresi heran dari raut wajah mereka ketika melihat kami muncul dari jalur yang (nampaknya) tidak lazim. Hahaha mereka tidak tahu bahwa sebenernya kami khususnya saya lega banget akhirnya bisa sampai di Talaga Nita ini. :) 

Hal pertama yang kami lakukan sesampaiknya di area Talaga Nita adalah melihat-lihat area rumah (atau istana?) di ujung Talaga Nita. Rumah yang jelas sudah sangat terabaikan ini masih berdiri tegak menjadi background pemandangan di Talaga Nita.

Agak horror ya?


Usai foto-foto di area rumah, kami langusng melipir ke area pantai. Oiya, dari rumah ke pantai terdapat sebuah talaga, mungkin ini alasan kenapa namanya Talaga Nita. Nita sendiri diambil dari nama salah satu istri/permaisuri Sultan Ternate.

Telaganya


Perlu berhati-hati waktu melewati telaga ya, karena banyak dihuni binatang-binatang. Kami sih cuma lihat ada biawak ya. Barang kali ada buaya atau aligator kan tidak ada yang tahu.

Belum siap udah dijepret -_-

Selebihnya selama di Talaga Nita waktu kami habiskan untuk bermain-main, berenang dan snorkeling di pantai. Nggak ada foto-foto underwater sih, jadi dokumentasinya dikit nih, hehe.





Si hobby banget lompat ke air

Puas bermain air laut, tiba saatnya kami kembali pulang. Untuk kembali ke area Pantai Jikomalamo kami tidak ikut rute berangkat kami yang membahayakan banget itu hahaha. Kami ditawari jalan bareng seorang bapak. Kayaknya bapak ini suaminya ibu pemilih warung. Oh iya, lupa cerita di depan di Pantai Talaga Nita ini ada warungnya, jual pisang goreng, mie instan dan minuman, ya standar begitu aja.

Rute kembali kami melewati jalan setapak yang lebih properlah. Walaupun ya tetap berasa juga jalan hutannya. Tapi setidaknya lebih aman sih.

Melewati jalan setapak di belakang area rumah

Bapaknya mulai buka jalur, memangkas ranting atau tumbuhan menjalar yang menghalangi jalan




Mulai memasuki area hutan/kebun

Lalu mulai melewati area ladang yang banyak ditanami pisang

Setelah keluar area ladang mulai kelihatan deh Pantai Jikomalamo

Ini bapak penyelamat kami



Oke, sekian ya catatan perjalanan kali ini. See you next trip!


Special thanks!

Sri Juls, Herry, Fikri dan Fadil

Foto-foto dalam catatan perjalanan ini semua didokumentasikan oleh Fadil